Bayi, Balita Menghasilkan Respon Kekebalan yang Lebih Kuat terhadap COVID Dibanding Orang Dewasa

Diskon spesial Keluaran SGP 2020 – 2021. Info besar yang lain-lain ada diamati secara terencana melalui info yg kita sampaikan di website itu, dan juga siap dichat pada layanan LiveChat pendukung kita yang ada 24 jam Online untuk mengservis segala maksud antara pengunjung. Ayo buruan join, dan menangkan Buntut dan Kasino On-line tergede yang tersedia di tempat kita.

Gambar Berita: Bayi, Balita Menghasilkan Respon Kekebalan yang Lebih Kuat terhadap COVID Dibanding Orang Dewasa

RABU, 23 Maret 2022 (Berita HealthDay)

Dalam sebuah temuan yang dapat memengaruhi rekomendasi vaksin COVID di masa depan untuk orang Amerika termuda, penelitian baru menemukan bahwa bayi dan balita memiliki respons kekebalan yang lebih kuat terhadap virus corona baru daripada orang dewasa.

Untuk sampai pada kesimpulan itu, para ilmuwan menganalisis sampel darah yang dikumpulkan dari 682 anak-anak dan orang dewasa yang tidak divaksinasi hingga usia 62 tahun, di 175 rumah tangga Maryland antara November 2020 dan Maret 2021.

Dari orang-orang itu, 56 memiliki bukti antibodi SARS-CoV-2, yang menunjukkan infeksi sebelumnya. Mereka termasuk 15 anak usia 3 bulan hingga 4 tahun, 13 anak usia 5 hingga 17 tahun, dan 28 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas.

Antibodi terhadap titik kunci pada protein lonjakan luar virus lebih dari 13 kali lebih tinggi pada anak-anak usia 4 tahun ke bawah dan hampir sembilan kali lebih tinggi pada anak-anak usia 5-17 tahun, jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Para peneliti juga menemukan bahwa tingkat antibodi penetralisir SARS-CoV-2, yang dapat membantu memprediksi perlindungan terhadap COVID yang parah, hampir dua kali lebih tinggi pada anak-anak usia 4 tahun dan lebih muda daripada pada orang dewasa.

Di sebagian besar rumah tangga di mana anak-anak dan orang dewasa memiliki bukti antibodi dari infeksi sebelumnya, anak-anak berusia 4 tahun ke bawah memiliki tingkat tertinggi dari kedua jenis antibodi dari semua anggota rumah tangga yang terinfeksi, menurut penelitian yang dipublikasikan secara online pada 22 Maret di jurnal. Wawasan IHSG.

“Studi ini menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dalam beberapa tahun pertama kehidupan memiliki kapasitas untuk mengembangkan respons antibodi yang kuat terhadap infeksi SARS-CoV-2, yang dalam beberapa kasus melebihi respons orang dewasa,” kata ketua peneliti Dr. Ruth Karron, direktur Inisiatif Vaksin Johns Hopkins di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg di Baltimore.

“Temuan ini harus memberikan kepastian bahwa dengan dosis vaksin yang tepat kita dapat secara efektif mengimunisasi anak-anak yang sangat kecil terhadap SARS-CoV-2,” tambah Karron dalam rilis berita Hopkins.

Anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun sekarang memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin Pfizer COVID, sementara studi tentang vaksin pada anak-anak yang lebih kecil sedang berlangsung.

Informasi lebih lanjut

Untuk informasi lebih lanjut tentang anak-anak dan COVID-19, lihat American Academy of Pediatrics.

SUMBER: Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, rilis berita, 22 Maret 2022

Berita Medis
Hak Cipta © 2021 HealthDay. Seluruh hak cipta.

Sumber: www.medicinenet.com