Biden akan Perpanjang Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir AS-Rusia

WASHINGTON DC, KOMPAS. com – Presiden Amerika Serikat ( AS) Joe Biden bahan mengupayakan perpanjangan pengurangan senjata nuklir antara AS dengan Rusia.

Hal itu disampaikan sebab Gedung Putih pada Kamis (21/1/2021) sebagaimana dilansir dari Reuters .

Konvensi pengurangan pengurangan senjata nuklir antara AS dengan Rusia disebut jadi New Strategic Arms Reduction Treaty (START).

Biden menginginkan agara perjanjian New START diperpanjang sampai setidaknya lima tahun ke depan.

Baca juga: Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Kesimpulan tersebut merupakan salah satu kebijaksanaan luar negeri pertama dari tadbir Biden mengingat perjanjian New START akan berakhir pada awal Februari.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan kalau Biden menganggap perjanjian New START merupakan kepentingan keamanan nasional GANDAR.

“Dan perpanjangan itu menjadi lebih masuk akal masa hubungan dengan Rusia bermusuhan laksana saat ini, ” ujar Psaki.

Dia juga mengatakan Biden telah “menugaskan” dinas intelijen AS untuk melakukan asesmen penuh atas sejumlah hal.

Baca juga: Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pengukuhan Joe Biden

Itu termasuk pelanggaran siber siber Solar Winds, campur tangan Rusia dalam pemilu 2020, penggunaan senjata kimia oleh Rusia terhadap atasan oposisi Alexei Navalny, dan dugaan pemberian hadiah pada tentara GANDAR di Afghanistan.

“Bahkan saat kami bekerja dengan Rusia untuk memajukan kepentingan AS, saya juga berupaya meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakan sembrono dan permusuhannya, ” kata Psaki.