Kapal Tanker Korea Selatan Berisi 2 WNI Ditahan, Iran Tuding sebab “Polusi Minyak”

TEHERAN, KOMPAS. com porakporanda Garda Revolusi Iran menuding, kapal tanker Korea Selatan yang mereka tahan, dengan dua WNI dalam dalamnya, telah melakukan “polusi minyak”.

MT Hankuk Chemi tengah berlayar melewati Teluk Persia dari Arab Saudi secara tujuan Uni Emirat Arab masa Teheran mengadang mereka.

Foto-foto yang muncul memerlihatkan dengan jalan apa kapal itu dikawal oleh Barisan Laut Garda Revolusi Iran meninggalkan Selat Hormuz.

Baca juga: Ada 2 WNI di Kapal Tanker Korea Selatan yang Disita Iran, Kondisinya Aman

Media setempat Press TV yang mengutip garda revolusi melaporkan, pesawat tanker itu membawa 7. 200 ton etanol, dan sekarang ditahan di Bandar Abbas.

Disebutkan juga awak kapal MT Hankuk Chemi terdiri dari warga Korea Selatan, Indonesia, Vietnam, dan Myanmar juga berada dalam penahanan.

Kementerian Luar Daerah Korea Selatan seperti dikutip Langsung. co. id menyatakan, semua jasmani kapal termasuk dua WNI berkecukupan dalam keadaan aman.

Garda revolusi menuturkan, mereka bakal melimpahkan kasusnya ke komisi yudisial setelah ditemukan dugaan pelanggaran kaidah lingkungan kemaritiman.

Firma pemantau kebahagiaan maritim Dryad Global menjelaskan, pesawat itu tiba-tiba berbelok arah ke perairan Iran ketika melaju ke arah Fujairah.

Dilansir The Sun Senin (4/1/2020), insiden tersebut terjadi sehari setelah peringatan setahun kematian komandan top Iran, Qasem Soleimani.

Komandan Gerombolan Quds, sayap elite di penjaga revolusi itu tewas dihantam drone milik AS saat berada dalam Bandara Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

Sehari sebelum peringatan digelar, Pentagon sempat membuat kejutan dengan meminta pesawat induk mereka, USS Nimitz, buat pulang ke Washington.

Langkah itu dilakukan untuk menekan tensi dengan Iran, yang dimulai sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015.

Baca serupa: Ditabrak Perahu Kecil, Kapal Tanker Minyak Meledak di Arab Saudi