Ketatnya Filter Informasi Covid-19 di China, dari Misteri Goa Wanling hingga Seleksi Hasil Lab

BEIJING, KOMPAS. com – Lebih dari setahun semenjak orang pertama diketahui terinfeksi Covid-19, penyelidikan dari Associated Press ( AP ) menunjukkan negeri China sangat ketat mengendalikan semua penelitian tentang asal-usul virus corona.

Pemerintah “Negeri Panda” bahkan aktif mengapungkan teori kalau virus bernama resmi SARS-CoV-2 tersebut bisa saja berasal dari asing China.

Menurut salinan internal yang didapat AP , Pemerintah China menyampaikan dana hibah jutaam yuan ke para ilmuwan untuk meneliti asal-usul virus corona, tapi temuan itu dipantau dan publikasinya harus disetujui gugus tugas di bawah perintah langsung Xi Jinping.

Baca juga: Penampakan Goa Wanling yang Diduga Asal-Usul Covid-19, Dijaga Ketat dan Ditutup-tutupi

Selain itu ada pula rahasia goa Wanling yang diduga juga menjadi asal-usul Covid-19. Goa dengan dihuni kelelawar itu dijaga cermat aparat keamanan, ditutup-tutupi, bahkan buat ilmuwan dan jurnalis.

Dilansir dari Daily Mail pada Rabu (30/12/2020), baru-baru ini ada sekelompok peneliti kelelawar yang berhasil mengambil sampel di sana tetapi disita otoritas setempat, kata dua orang yang mengetahuinya.

Spesialis virus corona juga tidak diizinkan berbicara ke media, lalu perut tim jurnalis Associated Press dibuntuti penjaga berpakaian preman, yang memblokir jalan dan akses masuk ke situs tersebut.

Akibatnya sangat sedikit yang dipublikasikan China soal asa-usul Covid-19. Pihak berwenang juga sangat menetapkan informasi dan menghalangi kerja cocok dengan ilmuwan asing.

Baca juga: WHO Memindahkan Tim ke Wuhan Usut Susur galur Covid-19, Bagaimana Tanggapan China?

Investigasi AP berdasarkan belasan wawancara dengan ilmuwan dan penguasa China serta asing, bersama pemberitahuan publik, e-mail bocor, data internal, serta dokumen dari kabinet China selalu Pusat Pengendalian dan Pencegahan Keburukan (CDC) China.

Sebab situ terungkap pola kerahasisaan pemerintah dan kontrol dari atas ke bawah yang berjalan selama pandemi.

“Mereka hanya menunjuk orang yang bisa mereka percayai, orang yang bisa mereka kendalikan, ” kata seorang pakar kesehatan masyarakat yang sering bekerja secara CDC China.