Orang Dengan Diabetes Kurang Mungkin Menemukan A-Fib Berbahaya: Studi

Undian oke punya Pengeluaran SGP 2020 – 2021. spesial lain-lain bisa diamati dengan terencana melalui pengumuman yg kami sisipkan dalam situs itu, serta juga bisa ditanyakan kepada teknisi LiveChat pendukung kita yg siaga 24 jam On the internet guna melayani segala kepentingan antara tamu. Mari langsung sign-up, & kenakan promo Undian & Kasino On the internet tergede yang terdapat di lokasi kami.

Gambar Berita: Penderita Diabetes Kurang Mungkin Menemukan A-Fib Berbahaya: Studi

JUMAT, 12 November 2021 (Berita HealthDay)

Jika mereka menderita diabetes, orang dengan fibrilasi atrium (a-fib) cenderung tidak memperhatikan gejala gangguan irama jantung yang umum. Mereka juga cenderung memiliki risiko komplikasi serius yang lebih tinggi, sebuah studi baru menemukan.

“Sungguh luar biasa untuk menemukan bahwa pasien dengan diabetes mengalami penurunan pengenalan gejala fibrilasi atrium,” kata rekan penulis studi Dr Tobias Reichlin, seorang profesor kardiologi di Bern University Hospital di Swiss.

Kegagalan untuk menemukan gejala-gejala tersebut “dapat mengakibatkan keterlambatan diagnosis fibrilasi atrium, dan, akibatnya, lebih banyak komplikasi seperti stroke. Temuan kami menimbulkan pertanyaan apakah pasien dengan diabetes harus diskrining secara rutin untuk fibrilasi atrium,” kata Reichlin.

Setidaknya 2,7 juta orang di Amerika Serikat memiliki a-fib, yang dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke, gagal jantung, dan komplikasi terkait jantung lainnya. Jumlah orang itu diperkirakan akan meningkat menjadi 12,1 juta pada tahun 2030.

Diabetes tipe 1 dan 2 adalah di antara sejumlah kondisi kronis yang meningkatkan risiko gangguan irama jantung, sehingga peneliti memutuskan untuk menyelidiki apakah gejala dan komplikasi a-fib berbeda antara orang dengan dan tanpa diabetes.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 2.400 pasien a-fib di Swiss, dengan usia rata-rata sekitar 74 tahun. Sekitar 17% menderita diabetes.

Dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes, pasien a-fib dengan diabetes 25% lebih kecil kemungkinannya untuk mengenali gejala umum fibrilasi atrium, seperti detak jantung yang cepat. Mereka juga tiga kali lebih mungkin memiliki tekanan darah tinggi; 55% lebih mungkin mengalami serangan jantung; sekitar dua kali lebih mungkin untuk mengalami gagal jantung, dan 39% lebih mungkin untuk mengalami stroke. Dan mereka 75% lebih mungkin memiliki gangguan kognitif, atau mental.

Mereka yang menderita diabetes juga memiliki lebih banyak masalah mobilitas. Mereka kurang mampu menjaga diri sendiri dan melakukan aktivitas normal dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes, menurut penelitian tersebut. Hasilnya dipublikasikan 10 November di Jurnal Asosiasi Jantung Amerika.

Studi ini “dapat memberikan wawasan tentang peningkatan pengelolaan fibrilasi atrium dan pencegahan komplikasinya,” kata Reichlin dalam rilis berita jurnal.

Informasi lebih lanjut

The Heart Rhythm Society memiliki lebih banyak tentang fibrilasi atrium.

SUMBER: Jurnal Asosiasi Jantung Amerika, rilis berita, 10 November 2021

Robert Preidt

Berita Medis
Hak Cipta © 2021 HealthDay. Seluruh hak cipta.


PERTANYAAN

______________ adalah istilah lain untuk diabetes tipe 2.
Lihat jawaban

Sumber: www.medicinenet.com