Pati padam dan Mutilasi 9 Orang, Pria Berjuluk “Pembunuh Twitter” Ini Dihukum Mati

OKYO, PETUNJUK. com – Seorang pria di Jepang yang mendapat julukan “Pembunuh Twitter ( Twitter Killer)” dihukum mati, setelah benar membunuh dan memutilasi sembilan orang.

Takahiro Shiraishi mengakui sudah membantai korban-korbannya, pada mana mayoritas adalah perempuan berumur muda yang dia temui di Twitter.

Pengacara Shiraishi berargumen, kliennya seharusnya cukup mendapat hukuman penjara karena korbannya, berumur 15 sampai 26 tahun, telah berniat bunuh diri.

Baca juga: 9 Pengabuan Terpotong dengan 2 Kepala Putus di Boks, Gegerkan Tokyo

Pengacara dari ” Pembunuh Twitter” berusia 30 tahun itu berhelat, para korban punya keinginan untuk mati, sebelum dibunuh kliennya.

Meski begitu, pengadilan Jepang tidak terpengaruh dengan argumentasi kuasa hukum Shiraishi dan menjatuhkan aniaya mati kepada dia.

“Tidak ada dari sembilan target itu yang ingin mati. Termasuk melakukan kesepakatan secara diam-diam, ” jelas pengadilan dikutip NHK .

Hakim menerangkan, dia begitu geram karena selain sembilan korban dibunuh serta dimutilasi, martabat mereka sudah diinjak-injak oleh Shiraishi.

Dikutip AFP Selasa (15/12/2020), sidang Takahiro Shiraishi itu dihadiri oleh 435 orang, meski pengadilan hanya menyediakan 16 kursi.

Shiraishi diketahui menggunakan Twitter untuk menghubungi orang yang bermaksud bunuh diri. Dia mengaku bakal membantu rencana mereka, atau makin ikut mati bersamanya.

Ayah dari korban yang berusia 25 tahun seusai sidang bulan lalu menegaskan, mereka tidak akan pernah mengampuni Shiraishi meski dia sudah dihukum mati.

“Bahkan hingga saat ini, jika saya melihat gadis seusia ananda saya, saya masih mengingatnya. Menemui sakit ini takkan berhenti. Kembalikan dia pada saya! ” sirih dia.

Jepang adalah satu di antara negara lulus yang masih menerapkan hukuman lebur, dengan dukungan publik untuk kebijakan itu relatif tinggi.

Kali terakhir mereka melaksanakan eksekusi adalah pada Desember 2019, saat pria Tionghoa terbukti membunuh 4 keluarganya.

Mengaji juga: Pengakuan Twitter Killer, Pati padam 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya