Pati padam Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

BEIJING, KOMPAS. com – Seorang pria di China dilaporkan dijatuhi hukuman mati, setelah dia membunuh hakim saat konvensi pereraian.

Wu Deren menikam Hakim Hao Jian dengan pisau yang dibawanya, dalam persidangan di Provinsi Helongjiang, November 2020.

Diwartakan ChinaNews. com , ayah besar anak itu sangat tak tenang dengan keputusan Jian untuk memberi harta keluarganya dalam sidang pereraian.

Baca juga: Divonis Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Pakai APD Lengkap Saat Wasit

Semua berawal ketika Guan Moumou, istri Wu, mengajukan gugatan cerai pada Juli. Mengeklaim suaminya kerap melakukan penyiksaan terhadapnya.

Wu melawan dengan mengajukan gugatan atas kepemilikan bersama rumah dan sertifikat tanah di Meja hijau Menengah Rakyat Harbin.

Dia meminta agar keputusan Hakim Jian mengenai pembagian harta rumpun direvisi, sekaligus dia mengajukan melaksanakan.

Dilanda rasa bergelora dan tidak puas atas kesimpulan tersebut, Wu pergi ke Meja hijau Keluarga Zhou pada 13 November, dan meminta sertifikat real estat dari korban.

Mahkamah Agung China menyatakan, Wu menunggu Jian di balai pengadilan & menikam korban di bagian dada pukul 12. 20 waktu setempat.

Meski sudah mendapatkan perawatan medis, Jian dinyatakan tewas karena kehabisan darah dan kerusakan pada paru-paru.

Petugas yang sampai segera membekuk Wu. Dia menyungguhkan dalam pengaruh alkohol saat membantai Jian, karena tak puas dengan putusannya.

Pelaku kemudian diadili di Pengadilan Menengah Anak buah Helongjiang dan dijerat atas perkara pembunuhan Jian, dikutip Newsweek Senin (18/1/2021).

Wu dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuan berencana, dan dijatuhi hukuman mati, demikian masukan Pengadilan Tinggi Helongjiang di WeChat.

Jaksa penuntut membuktikan, sudah sepantasnya Wu dihukum tewas karena perbuayannya bisa menimbulkan dampak sosial ke masyarakat.

Baca juga: Seorang Pria Culik, Perkosa, dan Bunuh Gadis 6 Tahun Etnis Minoritas Myanmar, Dituntut Hukuman Mati