Punya Jumlah Rudal Dua Kali Lipat, Hezbollah Siap Balas Serangan Israel

BEIRUT, KOMPAS. com – Pemimpin Hezbollah Lebanon mengatakan pada Minggu (27/12/2020) bahwa kelompoknya sekarang telah meningkatkan dua kali lipat rudal membuktikan dan siap menyerang Israel.  

Hassan Nasrallah, dalam wawancara akhir tahun secara TV Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, mengatakan kelompoknya memiliki kemampuan untuk menyerang, di mana saja pada Israel dan wilayah pendudukan Palestina, seperti yang dilansir dai ABC News pada Senin (28/12/2020).

Nasrallah mengatakan bahwa ketika Israel mengancam melalui seorang pejabat GANDAR untuk menargetkan fasilitas Hezbollah di wilayah Bekaa timur Lebanon, ia memperingatkan akan membalas.

Membaca juga: AS Sudah Bersiap kalau Iran Membalas Kematian Jenderal Qasem Soleimani

Israel dalam beberapa bulan terakhir membuktikan keprihatinannya bahwa Hezbollah sedang memeriksa membangun fasilitas produksi untuk membina rudal pandu presisi.

Selama 4 jam wawancara, Nasrallah mengatakan ada banyak hal terpaut kelompoknya yang tidak diketahui Israel karena berada dalam “lingkaran dengan sangat ketat”.

Baca juga: Serangan Berpandu ke Kedutaan AS di Baghdad, Trump Ancam Iran

Nasrallah serupa mengatakan bahwa beberapa pekan terakhir pemerintahan Presiden AS Donald Trump kritis dan harus ditangani secara hati-hati.

Dia menyebut Trump “marah” dan “gila. ”

Baca juga: Presiden Iran: Si Gila Trump Akan Berakhir seperti Saddam Hussein

Hezbollah yang didukung di Iran adalah musuh bebuyutan Israel, dengan yang telah memiliki serangkaian konfrontasi, termasuk perang skala penuh pada 2006.

Nasrallah mengulangi sumpah bahwa Iran serta sekutunya akan membalas pembunuhan komandan elit Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Soleimani, dalam serangan motor tak berawak setahun yang berserakan di Irak.

“Balas dendam itu akan datang tak peduli berapa lama, ” katanya kepada Al-Mayadeen TV , duduk dengan gambar Soleimani di sebelah kirinya.

Baca juga: Penguasa AS Ini Sebut Hezbollah Timbun Amonium Nitrat di Eropa

Nasrallah juga berjanji untuk membalas pembunuhan yang dilakukan Israel atas seorang pejuang Hezbollah di Suriah awal tahun ini.

Berbahasa tentang pemerintahan Presiden Joe Biden yang akan datang, Nasrallah mengucapkan Iran tidak akan bernegosiasi secara AS atas nama sekutunya atau membahas konflik di kawasan tersebut.

Dia mengatakan Teheran akan berbicara dengan Washington hanya tentang kesepakatan nuklir Iran, dalam mana Trump menarik diri.

Baca juga: Israel Menambah Kapal Rudal untuk Amankan Industri Gas dari Ancaman Hezbollah