Uni Eropa Tambah Dana Kemanusiaan Gawat Rohingya Rp 34, 28 Miliar

JAKARTA, KOMPAS. com – Uni Eropa (UE) memutuskan menambah dana kemanusian untuk krisis Rohingya sebesar 2 juta euro atau setara Rp 34, 28 miliar, melansir pancaran pers Uni Eropa pada Selasa (15/12/2020).

Dana itu untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan perlindungan mendesak para pengungsi dalam kawasan, termasuk pengungsi Rohingya yang tiba di Indonesia pada tarikh 2020.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung layanan multi-sektoral dan perlindungan, khususnya pengungsi Rohingya yang selamat dari kekerasan berbasis gender.

Serta menambah dukungan pelayanan perawatan kesehatan, kesehatan mental serta nutrisi bagi para pengungsi Rohingya.

Meski pandemi Covid-19 mewabah pada 2020, migrasi Rohingya tetap berlanjut. Padahal pembatasan baik tengah diterapkan oleh hampir seluruh negara di dunia.

Baca juga: Video Ala kadarnya Ungkap Etnis Rohingya Dipukuli di Perahu oleh Penyelundup

Selama beberapa bulan final, nelayan Aceh menyelamatkan ratusan karakter Rohingya yang telah melaut berbulan-bulan. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak dan wanita.

Penyelamatan dan penghimpunan orang Rohingya ini diakui sebagai bukti penghormatan Indonesia terhadap adat internasional. Apresiasi juga diberikan berasaskan tindakan Pemerintah dan rakyat Nusantara tersebut.

Uni Eropa menyatakan berkomitmennya untuk orang Rohingya, serta komunitas yang menampung para-para pengungsi ini.

Asosiasi Eropa dan negara anggotanya telah menyumbang lebih dari 226 juta euro (Rp 3, 87 triliun) untuk bantuan darurat dan pemulihan awal, sejak 2017.

“Melalui strategi tanggap kemanusiaan Bon Eropa, kami telah mendukung gagasan lokal di bidang perawatan kesehatan, makanan, gizi, air dan sanitasi, pendidikan, perlindungan dan penampungan, ” kata pejabat Uni Eropa di keterangan persnya.

Baca juga: Bangladesh Mulai Pindahkan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terasing